Ekologi Kaitan
Dengan Ilmu Yang Lain
Pengertian
Ekologi
Ekologi berasal
dari kata Yunani oikos (“habitat”), dan logos (“ilmu”). Ekologi adalah ilmu
yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya, dan yang
lainnya. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar
makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup, dan lingkungannya. Istilah
ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834-1914).
Dalam ekologi,
makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Menurut (Indriyanto, 2006) ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan
antara organisme dengan lingkungannya. Dapat juga di definisikan bahwa ekologi
adalah ilmu yang mempelajari pengaruh pengaruh faktor lingkungan terhadapa
makhluk hidup. Bahkan menurut Irwan (2007) ekologi adalah suatu ilmu yang
mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang dan manusia dengan
lingkungannya di mana mereka hidup, bagaimana kehidupannya dan mengapa mereka
ada di tempat tersebut.
Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu
sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan
cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan
tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang
besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup
dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk
hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.
Hubungan
Ekologi dengan Ilmu yang Lain :
Ekologi dalam Ekonomi
Ekonomi juga berasal dari kata “oikos” dan “nomics” yang berarti manajemen.
Jadi ekonomi adalah manajemen tempat hidup atau manajemen lingkungan. Sebagai
sumber energy bagi ekologi adalah sinar matahari, Sedangkan sumber “energy”
bagi ekonomi adalah uang. Sebenarnya ekonomi dengan ekoligi mempunyai hubungan
yang sesuai akan tetapi banyak orang menganggap bahwa ekonomi dengan ekologi
merupakan dua hal yang bertentangan. Oleh karena itu, ahli ekonomi perlu
mempelajari ekologi, sehingga didalam mendapatkan keuntungan maksimal juga
memperoleh kualitas lingkunagn yang maksimal.
Banyak ekologi menghubungkan
ekologi dengan ekonomi
manusia :
- Lynn Margulis mengatakan bahwa studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan. Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.
- Mike Nickerson mengatakan bahwa "ekonomi tiga perlima ekologi" sejak ekosistem menciptakan sumber dan membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan "untuk bebas".
Ekonomi ekologi dan teori
perkembangan manusia mencoba memisahkan pertanyaan ekonomi
dengan lainnya, namun susah. Banyak orang berpikir ekonomi baru saja menjadi
bagian ekologi, dan ekonomi mengabaikannya salah. "Modal alam" ialah
1 contoh 1 teori yang menggabungkan 2 hal itu.
Ekologi
dalam Politik
Ekologi menimbulkan banyak filsafat
yang amat kuat dan pergerakan politik
– termasuk gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan, dan ekologi yang kita kenal sekarang.
Saat semuanya digabungkan dengan gerakan perdamaian dan Enam Asas, disebut
gerakan hijau. Umumnya, mengambil kesehatan ekosistem yang pertama pada daftar
moral manusia dan prioritas politik, seperti jalan buat mencapai kesehatan
manusia dan keharmonisan sosial, dan ekonomi yang lebih baik.
Orang yang memiliki
kepercayaan-kepercayaan itu disebut ekologi politik. Beberapa telah mengatur ke
dalam Kelompok Hijau, namun ada benar-benar ekologi politik dalam kebanyakan
partai politik. Sangat sering mereka memakai argumen dari ekologi buat
melanjutkan kebijakan, khususnya kebijakan hutan dan energi. Seringkali
argumen-argumen itu bertentangan satu sama lain, seperti banyak yang dilakukan
akademisi juga.
Ekologi dalam Antropologi
Terkadang ekologi dibandingkan
dengan antropologi,
sebab keduanya menggunakan banyak metode untuk mempelajari satu hal yang kita
tak bisa tinggal tanpa itu. Antropologi ialah tentang bagaimana tubuh dan
pikiran kita dipengaruhi lingkungan kita. Ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan
kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.
Beberapa orang berpikir mereka
hanya seorang ilmuwan,
namun paradigma mekanistik bersikeras meletakkan subyek manusia dalam kontrol
objek ekologi masalah subyek-obyek. Namun dalam psikologi
evolusioner
atau psikoneuroimunologi misalnya jelas jika kemampuan manusia
dan tantangan ekonomi berkembang bersama. Dengan baik ditetapkan Antoine de
Saint-Exupery: "Bumi mengajarkan kita lebih banyak tentang diri kita
daripada seluruh buku. Karena itu menolak kita. Manusia menemukan dirinya
sendiri saat ia membandingkan dirinya terhadap hambatan."
Ekologi
Sebagai Sumber Ilmu
Sesungguhnya
ekologi dalam arti proses alam telah dikenal sejak lama, sesuai dengan sejarah
manusia. Umpamanya, tumbuhan memerlukan sinar matahari, tanah dan air. Tumbuhan
menjadi makanan hewan. Ada
pula hewan menjadi makanan hewan lain. Demikian pula proses kelahiran,
kehidupan, pergantian generasi dan kematian; semuanya telah menjadi pengetahuan
manusia. Proses itu berlangsung terus berkesinambungan mengikuti apa yang kita
namakan “Hukum Alam”. Ekologi dalam pemahaman kuantitatif relatif masih baru.
Umpamanya berapa jumlah sinar matahari, jumlah air dan luasnya tanah untuk satu
pohon kelapa? Berapa luas tanah dan padang
rumput untuk tiap kambing? Ekologi yang baru, bukan hanya mencari pola
kehidupan secara kualitatif, tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah
kuantitatif seperti masalah tersebut di atas.
Ekologi
dengan Ilmu Sosial-Budaya
Ilmu sosial-budaya
sangat penting bila komponen manusia dimasukkan dalam cakupan ekosistem, atau
bila kita mempelajari peran ekosistem dalam kehidupan manusia. Lingkungan
sosial-budaya sangatlah penting bagi kesinambungan pembangunan berkelanjutan.
Sebab pembangunan dilakukan oleh dan untuk manusia yang hidup di dalam kondisi
sosial-budaya tertentu. Dalam mendapat perhatian yang seperlunya, karena semua
orang sadar bahwa pembangunan tak akan dapat berkelanjutan.. Akan tetapi faktor
sosial-budaya sering diabaikan. Namun sejarah menunjukkan, faktor sosial-budaya
telah menyebabkan tak berkelanjutannya pembangunan dibanyak negara. Misalnya,
pembangunan oleh Shah Iran
tidak berkelanjutan, karena faktor sosial-budaya tidak dapat mendukungnya. Dan
ambruklah kemaharajaan itu.
Demikian pula pembangunan di
Srilanka, yang semula dianggap sebagai contoh pembangunan yang baik, kini
terancam oleh keambrukan, karena tidak didukung oleh faktor sosial-budaya,
yaitu ketidakserasian antara suku Tamil dan suku Singalese.
Ekologi dalam Ekosistem,
dan Ekosfer
Dengan pengertian
yang lebih luas, ekologi adalah ilmu yang mempelajari biosfer dan komponen-komponennya. Biosfer adalah lapisan semu yang membalut bumi yang mencakup
bagian bumi yang disebut hidrosfer
(perairan), litosfer (daratan),
dan atmosfer (udara). Seperti
diketahui, lingkungan fisik biasa disebut lingkungan abiotik dan organisme lain yang berhubungan langsung
maupun tak langsung disebut lingkungan
biotik. Jadi, lingkungan abiotik mencakup segala sesuatu yang tak hidup
dalam lingkungan organisme, seperti tanah, air, cahaya matahari, cuaca dan
sebagainya; sedangkan lingkungan biotic adalah segala makhluk hidup di sekitar
dan di dalam tubuh organisme. Istilah lain adalah populasi. Populasi adalah kumpulan atau sekelompok individu-individu
sejenis (yang spesiesnya sama) dengan habitat yang sama.
Kepadatan populasi
dapat berubah oleh adanya kematian individu (angka kematian = mortalitas),
kelahiran individu (angka kelahiran = natalitas), kedatangan individu baru dari
luar (imigrasi), dan kepergian individu keluar kelompoknya (emigrasi). Keempat
bentuk perubahan populasi tersebut disebut penentu kepadatan populasi.
Kumpulan dari
populasi akan menjadi sebuah komunitas. Jadi, sebuah komunitas terdiri dari
populasi-populasi semua spesies organisme yang hidup dan berinteraksi dalam
suatu wilayah, sehingga menjadi suatu unit fungsional yang mempunyai struktur
yang pasti.
Organisme, baik
tumbuhan maupun hewan dari berbagai spesies yang hidup secara alami di suatu
tempat membentuk suatu kumpulan sehingga individu yang terdapat di dalamnya
menemukan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam kumpulan ini
terdapat kerukunan, toleransi dan hubungan timbal balik yang menguntungkan
sehingga dalam kumpulan ini terdapat suatu keterpaduan. Kumpulan inilah yang
disebut komunitas.
Komunitas juga
berinteraksi dengan lingkungan fisiknya sehingga terbentuk sebuah sistem yang
khas, dan inilah yang disebut dengan ekosistem. Jadi, sebuah ekosistem bukan
hanya mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan biotiknya dalam sebuah
komunitas, tetapi juga hubungan timbal balik dengan lingkungan abiotiknya
seperti suhu, cahaya, dan faktor-faktor tanah yang berpengaruh terhadap
keberadaan organisme. Istilah lain adalah ekosfer. Istilah ini meliputi biosfer dan interaksinya dengan
atmosfer, hidrosfer dan litosfer.
Beberapa Cabang Ilmu dari Ekologi :
Ekonomi ekologi dan teori
perkembangan manusia mencoba memisahkan pertanyaan ekonomi
dengan lainnya, namun susah. Banyak orang berpikir ekonomi baru saja menjadi
bagian ekologi, dan ekonomi mengabaikannya salah. "Modal alam" ialah
1 contoh 1 teori yang menggabungkan 2 hal itu.
- Ekologi Tingkah Laku
- Ekologi Komunitas dan Sinekologi
- Ekologi Fisiologi
- Ekologi Evolusi
- Ekologi Global
- Ekologi Manusia
- Ekologi Populasi
- Ekologi Akuatik
- Ekologi Api
- Ekologi Fungsional
- Ekologi Polinasi
- Ekologi Hutan
- Ekologi Laut
- Ekologi Laut Tropis
- Ekologi Pangan dan Gizi
- Ekologi Hutan Mangrove
- Ekologi Kesehatan
- Ekologi Antariksa
- Ekologi Pedesaan
- Ekologi Serangga
- Ekologi Habitat
- Ekologi Pelestarian
- Ekologi Hewan
- Ekologi Produksi
- Ekologi Purbakala
- Ekologi Sosial
- Ekologi Radiasi
- Ekologi Tumbuhan Penganggu
- Ekologi Lanskap
- Ekologi Molekuler
- Ekologi Robot
- Ekologi Industri
Referensi : http
://rantanie.blogspot.com/2009/04/ekologi-hubungan-dengan ilmu- lain.html